Pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan moral anak
Terlalu banyak menonton televisi membuat anak tidak bisa menikmati
bagusnya buku yang baru terbit. Anak menurut Haye dalam bukunya “How to
develop your child’s temperament” menegaskan televisi tidak dapat menjadi
pengganti yang layak untuk dunia petualang yang bisa diperoleh dari buku
anak-anak. Televisi dapat menghambat intelektual seorang anak. (Sobur,1986). Terlebih
pada saat ini hampir seluruh stasiun televisi swasta banyak menyajikan program-program
yang memang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak Contohnya saja film
telenovela yang banyak menampilkan adegan-adegan mesra atau film action yang
banyak menyajikan adegan-adegan kekerasan,penganiayaan, atau bahkan pembunuhan
yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. (Desti, Dampak tayangan film di televisi terhdap perilaku anak, 2005) . Anak-anak sekarang
hidup di dunia dimana banyak dan pengalaman mereka dimediasi oleh teknologi
layar. Anak-anak kecil cenderung merasa beberapa ketakutan pertama mereka saat
mereka menoonton film atau program televisi menakutkan, merasa beberapa
lampiran mereka awal non-familiar karena melihat karakter favorit media, dan
bahkan mengalami awal dari empati emosional mereka mengikuti petualangan
seorang protagonis media yang sangat disukai. Karena anak-anak Amerika
menghabiskan banyak waktu dengan media, banyak dari kehidupan sosial mereka
berlangsung saat mereka duduk di depan televisi atau layar computer atau
berkonsentrasi pada ponsel (Victoria and Elizabeth,2006). Jadi menurut
saya,televisi bukan menjadi penghambat intelektual anak, saya rasa itu kembali
kepada orang tua bagaimana memberikan pengawasan yang baik terhadap anaknya.
Anak tetap diberikan buku-buku yang mampu menambah wawasannya, namun tidak ada
masalahnya jika menemani anaknya menonton televisi di waktu-waktu tertentu,
orang tua juga harus pintar memilih program televisi kepada anak. Sehingga anak
dapat menyerap dengan baik apa yang ia lihat dengar. Selain pada pendampingan
dan pengawasan, menonton televisi bersama dapat dijadikan moment terbaik dalam
berbagi cerita, anak diajarkan untuk bisa bercerita tentang dirinya .
Membiasakan anak terbuka dengan orangtua, akan membuat anak merasa dimiliki
dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar