Senin, 25 April 2016

Pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan moral anak


Pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan moral anak

Terlalu banyak menonton televisi membuat anak tidak bisa menikmati bagusnya buku yang baru terbit. Anak menurut Haye dalam bukunya “How to develop your child’s temperament” menegaskan televisi tidak dapat menjadi pengganti yang layak untuk dunia petualang yang bisa diperoleh dari buku anak-anak. Televisi dapat menghambat intelektual seorang anak. (Sobur,1986). Terlebih pada saat ini hampir seluruh stasiun televisi swasta banyak menyajikan program-program yang memang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak Contohnya saja film telenovela yang banyak menampilkan adegan-adegan mesra atau film action yang banyak menyajikan adegan-adegan kekerasan,penganiayaan, atau bahkan pembunuhan yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. (Desti, Dampak tayangan film di televisi terhdap perilaku anak, 2005). Anak-anak sekarang hidup di dunia dimana banyak dan pengalaman mereka dimediasi oleh teknologi layar. Anak-anak kecil cenderung merasa beberapa ketakutan pertama mereka saat mereka menoonton film atau program televisi menakutkan, merasa beberapa lampiran mereka awal non-familiar karena melihat karakter favorit media, dan bahkan mengalami awal dari empati emosional mereka mengikuti petualangan seorang protagonis media yang sangat disukai. Karena anak-anak Amerika menghabiskan banyak waktu dengan media, banyak dari kehidupan sosial mereka berlangsung saat mereka duduk di depan televisi atau layar computer atau berkonsentrasi pada ponsel (Victoria and Elizabeth,2006). Jadi menurut saya,televisi bukan menjadi penghambat intelektual anak, saya rasa itu kembali kepada orang tua bagaimana memberikan pengawasan yang baik terhadap anaknya. Anak tetap diberikan buku-buku yang mampu menambah wawasannya, namun tidak ada masalahnya jika menemani anaknya menonton televisi di waktu-waktu tertentu, orang tua juga harus pintar memilih program televisi kepada anak. Sehingga anak dapat menyerap dengan baik apa yang ia lihat dengar. Selain pada pendampingan dan pengawasan, menonton televisi bersama dapat dijadikan moment terbaik dalam berbagi cerita, anak diajarkan untuk bisa bercerita tentang dirinya . Membiasakan anak terbuka dengan orangtua, akan membuat anak merasa dimiliki dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar