Minggu, 08 Mei 2016


 Video Kelompok 4

Kelompok 4

"Dream High"

Nama-Nama Anggota Kelompok:
ADRI MARDHOTILLAH (20140720046)
INA RAHMANA (20140720047)
SHELLA DWI CAHYADININGSIH (20140720086)
ZULFA AULIA (20140720058)
FAHRUDIN (20140720070)
AMRI JATI VIATWAN (20140720081)







Minggu, 01 Mei 2016

Wanita adalah Karunia, Bukan Musibah





Hasil gambar untuk menjaga wanita

 

Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah, Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah. Bersamanya kaum laki-laki akan mendapat ketenangan, lahir maupun batinnya. Darinya akan muncul energi positif yang sangat bermanfaat berupa rasa cinta, kasih sayang dan motivasi hidup. Laki-laki dan wanita menjadi satu entitas dalam bingkai rumah tangga. Kedunya saling membantu dalam mewujudkan hidup yang nyaman dan penuh kebahagian, mendidik dan membimbing generasi manusia yang akan datang. Allah berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al Rûm [30]: 21)

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ 
يَكْفُرُونَ

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?.” (QS. An Nahl [16]:72)
هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

“Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al Baqarah [2]: 187)


Sumber : https://muslim.or.id/9166-islam-menjaga-dan-memuliakan-wanita.html

 

Senin, 25 April 2016


Review dari film "Yogyakarta Masa Depan"


Dalam film pendek ini diceritakan seorang siswa yang baru saja lulus dari SMA, dia salah satu siswa berprestasi yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di Jogja, karena menurutnya "Pendidikan adalah Investasi Masa Depan" namun jalan kehidupan Sandi Aminudin, nama siswa tersebut, tidak semudah yang saya bayangkan. Dia merantau dari Musi menuju Yogyakarta dengan penuh keberanian karena dia belum mendapatkan restu dari orangtuanya untuk melanjutkan studinya di Jogja. Namun dia tidak hanya berdiam diri, dia akan membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa dia akan pulang dengan membawa hasil, dia akan membanggakan kedua orangtuanya. Kemudian dengan modal nekat sekaligus keberaniannya, dia berangkat dari kampung halamannya menuju Jogja. Disana perjalanan pendidikannya berjalan sesuai rencana, dia mengambil jurusan sastra inggris di suatu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta. Kemudian disamping ia menuntut ilmu, ia juga menjalani bisnis bersama rekan-rekannya dia membentuk suatu les private dengan memasangkan brosur-brosur di jalanan kota yang bertuliskan " An Easy Way to Practice English". Tidak hanya itu dia juga mempunyai usaha penyewaan mobil, serta paket wisata keluar negeri yang ia namai Putra Musi "agar orang tahu bahwa yang mempunyai usaha ini adalah orang Musi"tuturnya dalam surat yang selalu ia kirimkan kepada ibunya, Setelah usahanya berjalan lancar, ia melanjutkan studi pasca sarjananya di Jogja. Lalu setelah selesai S2 ia pulang ke kampung halamannya menemui kedua orangtuanya yang sudah sangat rindu kepadanya. Sandi Aminudin telah membuktikan bahwa dirinya bahwa ia mampu membanggakan kedua orangtuanya.

Pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan moral anak


Pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan moral anak

Terlalu banyak menonton televisi membuat anak tidak bisa menikmati bagusnya buku yang baru terbit. Anak menurut Haye dalam bukunya “How to develop your child’s temperament” menegaskan televisi tidak dapat menjadi pengganti yang layak untuk dunia petualang yang bisa diperoleh dari buku anak-anak. Televisi dapat menghambat intelektual seorang anak. (Sobur,1986). Terlebih pada saat ini hampir seluruh stasiun televisi swasta banyak menyajikan program-program yang memang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak Contohnya saja film telenovela yang banyak menampilkan adegan-adegan mesra atau film action yang banyak menyajikan adegan-adegan kekerasan,penganiayaan, atau bahkan pembunuhan yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. (Desti, Dampak tayangan film di televisi terhdap perilaku anak, 2005). Anak-anak sekarang hidup di dunia dimana banyak dan pengalaman mereka dimediasi oleh teknologi layar. Anak-anak kecil cenderung merasa beberapa ketakutan pertama mereka saat mereka menoonton film atau program televisi menakutkan, merasa beberapa lampiran mereka awal non-familiar karena melihat karakter favorit media, dan bahkan mengalami awal dari empati emosional mereka mengikuti petualangan seorang protagonis media yang sangat disukai. Karena anak-anak Amerika menghabiskan banyak waktu dengan media, banyak dari kehidupan sosial mereka berlangsung saat mereka duduk di depan televisi atau layar computer atau berkonsentrasi pada ponsel (Victoria and Elizabeth,2006). Jadi menurut saya,televisi bukan menjadi penghambat intelektual anak, saya rasa itu kembali kepada orang tua bagaimana memberikan pengawasan yang baik terhadap anaknya. Anak tetap diberikan buku-buku yang mampu menambah wawasannya, namun tidak ada masalahnya jika menemani anaknya menonton televisi di waktu-waktu tertentu, orang tua juga harus pintar memilih program televisi kepada anak. Sehingga anak dapat menyerap dengan baik apa yang ia lihat dengar. Selain pada pendampingan dan pengawasan, menonton televisi bersama dapat dijadikan moment terbaik dalam berbagi cerita, anak diajarkan untuk bisa bercerita tentang dirinya . Membiasakan anak terbuka dengan orangtua, akan membuat anak merasa dimiliki dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

17983604


Pengarang : Irfan Hamka 
Pengantar  : DR Taufiq Ismail
Profil Penulis 
Irfan Hamka lahir di Medan 24 Desember 1943 
Anak ke-lima dari pasangan Buya Hamka dan Hj. Sitti Raham binti Rasul St. Rajo Endah.
Pendidikan yang pernah ditempuh sarjana muda Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada tahun 1968.
Selama kurang lebih 14 tahun (1967-1981) bekerja sebagai redaktur majalah Islam Panji Masyarakat. Karya-karyanya berupa Cerpen dan Laporan perjalanan Haji banyak dimuat di Panji Masyarakat.

Ayah... : Kisah Buya Hamka


Cuplikan dari Buku "Ayah" karya Irfan Hamka :
Ayah seorang yang sederhana. Salah satu akhlaknya adalah menghindari konflik sekecil apapun dengan siapapun. Hanya pernah satu kali Ayah menolak undangan Menteri Agama, yaitu untuk hadir bersilaturahmi dengan Paus Yohanes Paulus di Istana. "Bagaimana saya bisa bersilaturhami dengan beliau, sedangkan umat Islam dengan berbagai cara, bujukan, rayuan, beras, uang, dimurtadkan oleh perintahnya?" "Masa saya harus berbungkuk-bungkuk, bersalaman dgn beliau dengan wajah manis?" Ayah menjelaskan alasannya.
Tapi dalam kesempatan lain, ayah tidak pernah ambil pusing ketika banyak yang melecehkan beliau karena menerima jabatan sebagai Ketua MUI. Sering aku mendengar Bang Rusjdi menyampaikan penyebaran fitnah itu kepada ayah, tapi ayah tampak tenang-tenang saja.
Ketika MUI mengeluarkan fatwa haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikuti perayaan Natal Bersama, pemerintah keberatan dgn fatwa tersebut. Ayah kemudian mengambil sikap tegas dengan mengundurkan diri dari Ketua MUI. Banyak tokoh ulama yang mengucapkan selamat kepada ayah termasuk yang menjelek-jelekkan ayah.
Ketika ia meminta maaf, Ayah menjawab tenang, "Tidak ada masalah. Biasa dalam perjuangan ini kita akan bertemu dengan hal-hal seperti ini. Hanya bagaimana kita menyikapinya"
Ayah berucap, "Ulama itu ibarat kue bika. Dari bawah dipanggang api, dari atas pun dibakar api. Begitu pula ulama, dari bawah oleh umat, dari atas oleh pemerintah".

Karena Islam sangat Memahami Wanita





Kali ini saya akan sedikit mengulas perbedaan darah haid,nifas dan istikhadah

 website
                                             http://entertainmentmesh.com/red-rose-pictures/


Haidh atau haid (dalam ejaan bahasa Indonesia) adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita pada waktu-waktu tertentu yang bukan karena disebabkan oleh suatu penyakit atau karena adanya proses persalinan, dimana keluarnya darah itu merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah kepada seorang wanita. Sifat darah ini berwarna merah kehitaman yang kental, keluar dalam jangka waktu tertentu, bersifat panas, dan memiliki bau yang khas atau tidak sedap.
Haid adalah sesuatu yang normal terjadi pada seorang wanita, dan pada setiap wanita kebiasaannya pun berbeda-beda. Ada yang ketika keluar haid ini disertai dengan rasa sakit pada bagian pinggul, namun ada yang tidak merasakan sakit. Ada yang lama haidnya 3 hari, ada pula yang lebih dari 10 hari. Ada yang ketika keluar didahului dengan lendir kuning kecoklatan, ada pula yang langsung berupa darah merah yang kental. Dan pada setiap kondisi inilah yang harus dikenali oleh setiap wanita, karena dengan mengenali masa dan karakteristik darah haid inilah akar dimana seorang wanita dapat membedakannya dengan darah-darah lain yang keluar kemudian.
Wanita yang haid tidak dibolehkan untuk shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suami pada kemaluannya. Namun ia diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung (boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ
“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ
“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidakdiperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR. Al-Bukhari No. 321 dan Muslim No. 335)
NIFAS
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah seorang wanita melahirkan. Darah ini tentu saja paling mudah untuk dikenali, karena penyebabnya sudah pasti, yaitu karena adanya proses persalinan. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa darah nifas itu adalah darah yang keluar karena persalinan, baik itu bersamaan dengan proses persalinan ataupun sebelum dan sesudah persalinan tersebut yang umumnya disertai rasa sakit. Pendapat ini senada dengan pendapat Imam Ibnu Taimiyah yang mengemukakan bahwa darah yang keluar dengan rasa sakit dan disertai oleh proses persalinan adalah darah nifas, sedangkan bila tidak ada proses persalinan, maka itu bukan nifas.
Wanita yang nifas juga tidak boleh melakukan hal-hal yang dilakukan oleh wanita haid, yaitu tidak boleh shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suaminya pada kemaluannya. Namun ia juga diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung (boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.
Tidak banyak catatan yang membahas perbedaan sifat darah nifas dengan darah haid. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengakuan beberapa responden, umumnya darah nifas ini lebih banyak dan lebih deras keluarnya daripada darah haid, warnanya tidak terlalu hitam, kekentalan hampir sama dengan darah haid, namun baunya lebih kuat daripada darah haid.
 ISTIHADHAH
Istihadhah adalah darah yang keluar di luar kebiasaan, yaitu tidak pada masa haid dan bukan pula karena melahirkan, dan umumnya darah ini keluar ketika sakit, sehingga sering disebut sebagai darah penyakit. Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim mengatakan bahwa istihadhah adalah darah yang mengalir dari kemaluan wanita yang bukan pada waktunya dan keluarnya dari urat.
Sifat darah istihadhah ini umumnya berwarna merah segar seperti darah pada umumnya, encer, dan tidak berbau. Darah ini tidak diketahui batasannya, dan ia hanya akan berhenti setelah keadaan normal atau darahnya mengering.
Wanita yang mengalami istihadhah ini dihukumi sama seperti wanita suci, sehingga ia tetap harus shalat, puasa, dan boleh berhubungan intim dengan suami.
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha :
 جَاءَتَ فاَطِمَةُ بِنْتُ اَبِى حُبَيْشٍ اِلَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَلَتْ ياَرَسُوْلُ اللهِ اِنِّى امْرَاَةٌ اُسْتَحَاضُ فَلاَ اَطْهُرُ، اَفَاَدَعُ الصَّلاَةَ؟ فَقَالَ ياَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ، اِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ فَاِذَااَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِى الصَّلاَةَ، فَاِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فاَغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى
Fatimah binti Abi Hubaisy telah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wania yang mengalami istihadhah, sehingga aku tidak bisa suci. Haruskah aku meninggalkan shalat?” Maka jawab Rasulullah SAW: “Tidak, sesungguhnya itu (berasal dari) sebuah otot, dan bukan haid. Jadi, apabila haid itu datang, maka tinggalkanlah shalat. Lalu apabila ukuran waktunya telah habis, maka cucilah darah dari tubuhmu lalu shalatlah.”
Wallahu a’lam. 
Sumber / Maraji’ :
  • Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ – Kamal bin As-Sayyid Salim
  • Fatawa Al-Mar’ah Muslimah
  • Majmu’ Fatawa Arkanil Islam – Syaikh Ibnu Utsaimin
  • Ahkamuth Thaharah ‘inda An-Nisaa’ ‘ala Madzhab Imam Asy-Syafi’i – Munir bin Husain



PERAN MAHASISWA PAI UMY DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN 

a. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dengan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Jadi maksud dari pengertian diatas ialah, kita sebagai generasi muda jurusan PAI yang kelak nantinya menjadi guru di masa depan, tentunya kita sangat berkontribusi dalam perkembangan pendidikan di negara ini. Seperti yang sedang terjadi saat ini, banyak sekali penyimpangan-penyimpangan moral terutama bagi adik-adik kita yang masih duduk dibangku sekolah.
b. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama islam agar bakat tersebut dapat berkembangsecara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.